Sunday, January 25, 2009

Under water inspection… 2nd version

Sekedar papar lanjut dari posting-an artikel terdahulu. Maaf!! Sementara Pelabuhan ini Milik Kami”. Bedanya, kali ini ingin sedikit lebih in-Depth via bahasa gambar pendukung. Baru kemarin (15 Januari 2009), saya sempatin kunjung pak Eko Pradjoko dikampus tehnik-Unram upaya kumpul materi penyerta. Terus terang, saya kian resah dibatasi ngadat-nya fasilitas on-line. Termasuk kanal Mitra Bahari yang hampir 5 hari ini juga hambat media salur opini. Ber-afiliasi line PusKom-UNRAM, gak kunjung diservis. Speedy…apalagi! Udah jelas gak Committed blas!!!!

Daripada semakin ter-kontaminasi sakit hati tanpa muara akhir, kian tergerak saya kemas unek-unek. Keluyuran dulang inspirasi, lampau-kini. Sense of tenses…How to create an obstacle to be “something” different. Yuk ikuti…..,


Blue-print ini jadi referensi awal pahami job diskripsi. Selanjutnya mudah untuk dipelajari dan disusun action plan kinerja inspeksi bawah air. Pemotretan concrete pile vertical ber-efek dive pola turun-naik. Depth-bottom time versi ini akan langgar multi level diving rules. Agar dipahami ini bukan Recretional dive…tapi lingkup kategori Commercial Diving.



Bagan struktur bangun Pelabuhan Tano-Sumbawa tampak atas. Liput petak Dolpin dan 3 Fender utama (BD-3,BD-2,BD1)




Kondisi riel pelabuhan Tano, di belokan teluk dengan kondisi perairan tenang. Sedikit menjamin kondisi jernih visibilitas.




Bekal peralatan asesoris wajib selain SCUBA set. UW slate, UW digital camera dan Dive Computer.




Persiapan jelang nyebur. Pre-dive Gear Safety check.




Ready entry point…, still on buddy system collaboration. However your life depends each other in every chance of emergency condition. Share focus on job description with de-briefing. It’s really important to choose your dive partner. Included their ability, and usual pre-conditional, even more on high emergency-responsible value. Next, Plan Your Dive and Dive your Plan.


Pada tiap struktur pancang tiang (concrete pile/unit Dolpin) dalam aksi dokumentasi selalu diawali labeling UW slate. Memudahkan nanti-nya dalam kode urutan trek dan penyatuan segment tegakan imajiner hasil olah software



Rupa kondisi tiang pancang dipenuhi tempelan biota, biasanya meliputi kelompok Kerang-2an, Sponge, Karang keras atau lunak dengan relative minimalis bongkah. Termasuk aneka Gorgonian dan Tunikata. Ikan-ikan jadi banyak terhimpun, tidak salah dibilang struktur pancang pelabuhan/RIG dapat sekaligus disebut sebagai Artificial Habitat.

Poin of shoot disesuaikan via jendela intip view finder. Usahakan mendapat porsi terbersih sebab terkait supply intensitas cerah cahaya yang minim di bawah teduh struktur. Gunakan Blitz sebijak mungkin, antisipasi konsumsi batre. Kecuali ada bekal kamera cadangan. Sirkulasi pergantian pasut juga pengaruhi visibility terhadap partikel terlarut di areal pelabuhan. Waspadai pula efek tendangan propeller ferri beri kontribusi keruh. That’s why I need right an ideal condition for work! Judul artikel terdahulu dapet ilham dari film Park is mine! Plesetin: Sorry! While, this Harbour belongs to us.




Bagian ini disebut Splash/Tidal Zone. Paling rawan terutama bila pembungkus tiang (pile cap) hancur akibat gempuran ombak pasang-surut. Baja yang tersiram akan mudah terkorosi oleh proses oksidasi. Idealnya ada selimut khusus di bagian ini, disebut cathodic protection system. Ini sudah sub-pekerjaan oknum permukaan, as Surface worker.




Patahan baja penopang Dolpin ini tetap di uji. Awal dilakukan kupas kulit dengan mesin amplas




Selanjutnya aksi pengukuran ketebalan baja dilakukan dengan media alat Ultra-Sonic testing.





Terakhir, semua dilakukan demi kelancaran fasilitas dan mutu layanan jasa penyeberangan otorita pelabuhan. Indah dipandang, terasa nyaman perlakuan. Dan saya cukup bahagia bisa berpartisipasi di tahap upaya wujudkan cita-cita itu. Makasih,Foto ini diambil pagi, 5 Juni 2008 di pelabuhan Kayangan-Lombok, jelang aksi kami serupa kemarin di Tano



No comments: