Saturday, December 2, 2017

mengamati pohon-pohon

Bulan akhiran ber-ber -an....,
Alih jatah musim semi. pepohonan berbunga...berbaur aroma diselasar aspal. burung mulai riang diranting-dahan. Teringat kegiatan lama..program asuh luaran. Waktu Gingga masih TK. Bertajuk "my little botany around the town". Kini, plat logam identitas resmi itu sudah banyak copot. Bisa jadi lepas sebab ikuti pola muai pertumbuhan pepohan. Atau malah raib, ulah sekelompok pemburu barang bekas demi kiloan rongsok. Komplotan pemulung... semacam Argobel and the gank!
Beberapa tumbuhan lain mulai nongol. Manilkara kauki..si sawo kecik, sudah banyak tegak berdiri. Gak musti susah-payah jenguk ke gili Meno seperti kurun dasawarsa lalu. Selanjutnya, ini seperti napak tilas aktivitas (mandiri) kenali pojok kota dengan varian vegetasi. Takjub...di naungan tajuk-tajuk.
Sekelompok burung itu tampak betah jumpalitan. Mungkn sejak dengan makin banyaknya jalanan dimari disisip aneka pohon buah. Kersen... juwet... kenitu (Ampenan)..dan sawo kecik tadi.
Sebagian pohon Tanjung.. berbaris lurus sebagai green belt membelah 2 alur jalan Sriwijaya. Buahnya hijau-oren...seolah buah Mlinjo. Dan di gondrong kanopi lain, rindang ketinggian... yang selain berfungsi serap karbon. Konon, legiun suku legum itu dikenal sebagai juru pengurang polusi suara. Tapi tetap saja...tak pernah mampu bungkam para tengkerek untuk bernyanyi. 🙂 Lintas pagi...lately!


















Tuesday, September 5, 2017

act..act..act...,























orang di perahu






people & coastal

Surut terendah.. langit mendung... semilir angin teluk... bikin ngantuk! Persis dibawah tajuk pohon Bebutak a.k.a "Blind your eyes mangrove". Bernama latin Excoecaria agallocha L.
Orang-orang berakhir pekan... sebagian menjaring ikan. Memanfaatkan sirkulasi arus & momentum level rendam tinggi dada. Yang lain berburu kelompok krustasea & bivalva. Tepat gelincir sore.. matahari memapar terik 'golden magic hour'